SHARE THIS ARTICLE

enka-sayuri-stand

Musik enka sebenarnya adalah sebuah gaya musik Jepang yang unik yang populer di Jepang terutama oleh generasi yang lebih tua. Karena kebanyakan penyanyi enka membawakan lagu-lagu enka dalam balutan busana kimono Jepang tradisional dan membawakan lagu-lagu ballad dengan gaya vibrato, banyak yang menyangka bahwa enka adalah bentuk seni suara Jepang kuno. Walau enka memang memiliki akar dari musik Jepang tradisional, sebenarnya enka adalah sebuah fenomena musik pop yang dikembangkan pada abad ke-20.

Jejak musik enka dimulai pada tahun-tahun awal Era Meiji (1868-1912) ketika Jepang membuka pintu mereka untuk dunia luar setelah mengasingkan diri selama lebih dari 250 tahun lamanya, dan memulai perubahan kilat menjadi sebuah masyarakat industri yang modern. Sebagai bagian dari reformasi Meiji, partai politik diijinkan berdiri namun politisi dilarang melakukan pidato di depan publik. Untuk menyiasatinya, mereka menulis lagu, mengirimkan penyanyi-penyanyi untuk menyampaikan pesan-pesan terselubung mereka (yang menjelaskan karakter Cina yang dipakai untuk menulis kata “enka” yang secara harfiah berarti “performance song [lagu penampilan]”).

enka-k35

Genre enka dikatakan mendapat pengaruh dari waka, yaitu sebuah bentuk tradisional dari seni puisi. Namun ada juga yang berpendapat bahwa akar dari musik enka adalah musik tradisional Korea. Walau bagaimana pun, yang jelas adalah bahwa enka merupakan suatu bentuk musik yang relatif modern, yang didefinisikan oleh nada-nadanya yang mengambil dasar dari skala pentatonis Jepang yang dinyanyikan dengan vibrato slow (kobushi), yang agak berbeda dengan jenis vibrato yang biasa dipakai oleh para penyanyi opera. Tipikal aransemen musik enka adalah string section yang penuh dan menyayat hati, melodi yang meraung-raung yang dimainkan oleh gitar, dan alat musik tradisional Jepang seperti koto atau shamisen untuk menambahkan nuansa tradisional yang dramatis.

Setelah masuk ke abad ke-20, enka mengalami pembaruan dan menjadi lebih modern. Enka modern menjadi populer setelah Perang Dunia II. Lirik dari lagu-lagu enka, seperti lagu Blues milik Barat, kebanyakan berurusan dengan kesedihan, cinta yang hilang, kematian, dan menghadapi cobaan hidup yang berat. Namun, dalam lirik lagu-lagu enka juga biasanya diselipkan kata-kata penyemangat terhadap diri sendiri untuk selalu bertahan melewati saat-saat sulit dalam kehidupan.

Hibari Misora
Hibari Misora

Bintang enka terbesar dalam sejarah tidak diragukan lagi adalah Hibari Misora, yang meninggal dunia pada tahun 1989 silam. Di antara para penyanyi enka pria, mungkin yang paling populer adalah Saburo Kitajima, yang kini telah berusia lebih dari 70 tahun dan tetap berjaya membawakan lagu-lagu enka. Lagu-lagu Kitajima yang paling populer pada tahun 60-an dan 70-an seringkali masuk peringkat 10 besar berbagai tangga lagu populer saat itu. Hingga kini ia terus aktif merilis single-single miliknya dan masih didengarkan oleh banyak fans-nya dan penggemar lagu enka pada umumnya.

Saburo Kitajima
Saburo Kitajima

Bintang enka yang lebih baru salah satunya adalah Itsuro Oizumi, yang memiliki sebuah hit besar berjudul Mago (cucu) pada tahun 1999 lalu. Musik enka memang kurang populer untuk anak muda pada satu dekade lalu, namun hal itu mulai berubah dengan munculnya beberapa artis muda yang tertarik untuk membawakan lagu-lagu enka dan memopulerkannya ke generasi muda. Bintang-bintang seperti Kiyoshi Hikawa yang dengan cepat mendapat julukan “Prince of Enka” dan Jero (Jerome Charles White, Jr.) yang memiliki

Itsuro Oizumi
Itsuro Oizumi

darah campuran Afrika-Amerika dan Jepang, adalah sebagian dari para penerus budaya musik enka di Jepang yang memastikan bahwa musik enka tidak akan pernah mati. Untuk Jero sendiri, ia memulai debutnya pada tahun 2008 silam, dengan penampilan yang sangat berbeda dengan kebanyakan penyanyi enka. Ia tidak mau mengenakan baju tradisional Jepang saat melakukan performance, dan lebih memilih mengenakan pakaian ala penyanyi hip-hop khas Amerika, lengkap dengan berbagai aksesoris bling-bling-nya. Kekontrasan antara suara dan gaya bernyanyinya dengan kostum yang ia kenakan membuat penampilannya sangat mengejutkan. Dan yang terkini adalah usaha dari Yasushi Akimoto, otak di balik raksasa idol AKB48, untuk membangkitkan kembali enka dengan mencetak salah satu anggota AKB48 bernama Misaki Iwasa menjadi seorang penyanyi enka profesional, dengan harapan akan banyak dari para fans AKB48 yang kemudian akan lambat laun juga menggemari musik enka dari lagu-lagu enka yang dibawakan oleh Iwasa.

Kiyoshi Hikawa
Kiyoshi Hikawa

Satu hal yang cukup disayangkan adalah, penjualan CD enka sendiri kini hanya mencapai sekitar 5% dari seluruh penjualan rekaman musik di Jepang. Industri musik tetap menyokong genre ini hanya karena masih ada beberapa hits enka setiap beberapa saat tertentu dan juga enka berhubungan erat dengan bisnis karaoke dan konser. Label major di Jepang jarang sekali yang merilis enka, dan genre ini perlahan-lahan menjadi satu genre yang hanya dimiliki oleh

Jero
Jero

perusahaan rekaman tua saja seperti Crown, King, Teichiku, dan Tokuma. Beberapa toko rekaman tidak mau bersusah-susah menyediakan stok CD enka, atau hanya memilikinya dalam jumlah dan variasi yang sangat terbatas. Sementara beberapa toko yang mengkhususkan diri dalam menjual rekaman enka seperti Yorodo di distrik Asakusa Tokyo, sangatlah sedikit jumlahnya dan berjauhan tempatnya.

Bagi banyak orang, terutama non-Jepang, enka adalah sebuah citarasa yang harus dicerna. Namun jelas ada sesuatu yang menawan dari sifat ritualistik dan sentimental dari musik yang menarik untuk para pecinta genre tersebut.

Siapa tahu? Saat generasi baby-boom pasca-perang kini telah menjadi orang-orang berusia paruh baya atau bahkan lebih tua lagi, kita mungkin dapat merasakan sebuah kebangkitan enka.

Misaki Iwasa
Misaki Iwasa (AKB48)

Beberapa contoh musik enka dari beberapa musisi di atas yang dapat dinikmati dari video-video di bawah ini:

Hibari Misora – My Way (Japanese Version)

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=df_vFAs73_c]

Hibari Misora – Kawa no Nagare no Youni (1989)

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=R1flpwnO7K0]

Saburo Kitajima – Kita no Daichi

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=gtlHRrIVJPU]

Saburo Kitajima – Kawa

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=A2vG5kGZaVI]

Itsuro Oizumi – Mago

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=DBLBn0Sg-AI]

Kiyoshi Hikawa – Kiyoshi no Soran Bushi PV

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=z5DmGFv16ls]

Kiyoshi Hikawa – Kitaguni no Haru (live 2011)

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=Go-Gc8fSpdg]

Jero – Umiyuki (Dance Version)

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=2eZulXJTZwk]

Jero – Eisa (PV)

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=DSa_wpfHsbs]

Misaki Iwasa – Heavy Rotation – Enka Version

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=mIQi7TdBw7o]

Sources :
COMMENT