SHARE THIS ARTICLE

alice juban horror idol japan

Sangat sulit untuk menjadi grup idola pop yang sukses akhir-akhir ini, terutama di Jepang, tempat AKB48 memiliki cengkraman di pasarnya. Apa yang tersisa umumnya pergi ke invasi Korea. Ketika dunia musik pop mencapai puncaknya seperti saat ini, hampir mustahil untuk membedakan satu aksi dari yang lainnya.

Setiap hari ketika Anda menyalakan TV atau membaca majalah ada grup demi grup yang terdiri dari gadis dan pemuda dengan pakaian, gaya rambut, lagu, dan tarian yang hampir sama, semuanya bersaing untuk mendapatkan perhatian Anda.

Formula keberhasilan untuk grup idola adalah pertama-tama Anda harus mendapatkan perhatian. Kemudian ketika Anda telah mendapatkan perhatian, Anda mendapatkan para penggemar. Kemudian ketika Anda mendapatkan penggemar, Anda mendapatkan uang. Gadis-gadis di Alice Juban [Alice Nomor 10] melakukan hal itu dengan cara menggunakan gergaji dan topeng hoki.

Grup idola metal yang memproklamirkan diri secara underground ini telah mengembangkan pertunjukan live yang tidak biasa. Dengan pakaian yang terinspirasi dari Friday the Thirteenth dan peralatan bertema kematian yang dimasukkan dalam rutinitas mereka baik dalam perjalanan mereka untuk mendefinisikan genre baru “pop horor”.

> Elemen-elemen Pop Horror dari Alice Juban:

– Topeng dan Senjata Jason

Apa yang menjadi hal pertama untuk sebuah grup idola, gadis-gadis ini mengenakan topeng penjaga gawang hoki melalui rutinitas mereka pada saat mereka melakukan gerakan tari yang menggunakan gergaji. Di lain waktu mereka dapat terlihat memegang kapak, arit, dan alat-alat lain yang cocok untuk menyebabkan cedera. Hal yang cukup berani dalam dunia bisnis yang memprioritaskan wajah imut.

– Headbanging

Anda tidak dapat disebut “idola metal” jika Anda tidak headbang, dan gadis-gadis ini melakukannya. Namun, hal itu lebih merupakan gerakan tari pop dari apa yang Anda bayangkan. Para penonton juga melakukannya dengan antusiasme yang sama seperti grup ini.

– Stage Diving

Sebuah gerakan yang secara universal disukai oleh para performer aksi pop di seluruh dunia, Alice Juban telah melangkah ke luar genre mereka lagi dengan sesekali melemparkan diri mereka dari atas panggung. Sebuah aksi rock yang dapat ditemukan di mana-mana, kerumunan orang-orang memberikan sebuah grup pop rasa kedekatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan para penggemar mereka sehingga berjabat tangan atau melambaikan tangan saja tidak dapat menyamainya.

– Ilusi

Meskipun ada banyak nyanyian dan tarian yang harus dimiliki, grup ini sesekali membumbui banyak hal dengan trik sulap. Sesuai dengan citra mereka, ini bukan aksi Siegfried dan Roy Vegas. Ini adalah ilusi yang agak cepat dan kotor yang lebih menyenangkan daripada harimau dan tatapan menyeramkan.

> Menjadi unik adalah Segalanya

Sebuah pertunjukan Alice Juban sangat direncanakan dengan hati-hati untuk menjadi seunik mungkin hingga ke setiap detilnya, mulai dari pengaturan lagu hingga ke pengarahan di panggung oleh para veteran dari dunia bisnis pertunjukan. Ide-ide baru atau alat peraga dibawa setiap hari untuk dipertimbangkan fungsinya. Kostum dan headbanging berasal dari proses ini dan terus berkembang. Hasilnya para idola metal yang kita kenal saat ini.

Seperti halnya sosok Jason yang asli, gadis-gadis ini memiliki satu set fokus laser untuk membunuh persaingan dengan menjadi seluar biasa mungkin yang mereka bisa dalam segala hal.

Ini merupakan formula yang telah terbukti sebagaimana setiap generasi memiliki pahlawan musikal berkostum mereka masing-masing, dari Alice Cooper dan Kiss, hingga GWAR dan Slipknot. Tapi ini mungkin pertama kalinya hal itu dilakukan dalam gaya musik tradisional yang rapi.

> Tampil bersama dengan para penggemar, bukan hanya di depan para penggemar

– Lautan penggemar sangat sempurna untuk Surfing

Sama seperti para penggemarnya yang membawa para anggota Alice Juban crowd-surfing di suatu pertunjukan, grup ini secara keseluruhan menikmati para penggemar yang dapat diandalkan dan hardcore. Ini hal yang baik juga, karena satu langkah yang salah saat melompat dari panggung dapat mengakibatkan cedera yang parah. Gadis-gadis ini harus merasa percaya diri dalam menghadapi para penggemar mereka, meskipun, cara melemparkan diri mereka dari panggung secara tiba-tiba. Para penggemarpun membalas aksi mereka dengan bekerja sama untuk membawa mereka ke tempat yang aman, tepat pada waktunya untuk seorang anggotanya untuk melompat lagi. Bahkan untuk memastikan keselamatan para gadis ini, para penggemarnya telah mengembangkan sistem interlocking arms yang dikenal sebagai Yagura [sejenis menara yang terdiri dari orang-orang Jepang yang digunakan pada berbagai festival].

– Stage Diving terinspirasi oleh para penggemar

Ide untuk Alice Juban stage dive sebenarnya saran dari salah satu penontonnya. Selama berbicara dengan para penonton, gadis-gadis ini meminta saran untuk membedakan diri mereka dari kelompok lain.

“Bagaimana dengan melompat dari panggung?” Teriak salah satu penggemarnya.

Grup ini enggan untuk melakukannya tetapi para penonton telah melontarkan idenya dan tidak mau membiarkan mereka pergi. Para penonton terus meminta mereka melakukannya dan berkata “Ayo! Kami akan mendukung Anda! Lompat! ”

Akhirnya gadis-gadis tersebut luluh juga dan mau mengambil risiko. Sejak itu mereka telah membina hubungan yang kuat antara performer dan penonton sehingga para penonton dapat merasa seolah-olah mereka adalah bagian dari pertunjukan.

Ketika Alice Juban berlatih untuk suatu pertunjukan, ini adalah sesi latihan yang sangat ketat dan Anda dapat mengurangi ketegangan di studio dengan pisau. Lagi-lagi mereka harus cermat dengan langkah-langkah mereka dalam melakukannya dengan benar untuk pertunjukan. Banyak dari gadis-gadis ini telah berlatih menjadi idola sejak mereka masih anak-anak.

Mendengar semua ini Anda mungkin mengharapkan banyak musik heavy metal yang ditampilkan tapi ini adalah musik pop yang solid yang dicintai oleh jutaan orang hanya dengan sentuhan beat keras untuk memberikan kesan tambahan. Jika Anda mendapatkan kesempatan untuk menonton mereka, Anda pasti belum pernah melihat pertunjukan seperti Alice Juban.

[youtube height=”300" width=”420"]http://www.youtube.com/watch?v=fvZkaWYHbp8&feature=player_embedded[/yo[/youtube]

Mereka harus mengulanginya sampai mereka bisa melakukannya dengan benar.
Cocok untuk bertempur.. atau pertunjukan.
Topeng penjaga gawang hoki memberikan pengaruh yang besar.
Trik sulap spontan membuat Alice Juban berbeda dari grup lainnya.
Sekelompok penggemar super yang dikenal sebagai Happy Army merenungkan pertunjukan.
Di foto ini kita dapat melihat "Yagura," teknik crowd surfing, mungkin secara eksklusif hanya untuk pertunjukan Alice Juban.

[Sou[Source: en.rocketnews24.com]

COMMENT