SHARE THIS ARTICLE

A ticket to Shitamachi (1)Ada banyak album ilustrasi yang dapat membuat kita kagum karena ukurannya. A ticket to Shitamachi adalah sebuah keajaiban tanpa kata-kata.

Halaman bolak-balik yang berukuran besar, yang kaya akan rincian, dan gambar-gambar tanpa kata, menunggu para pembacanya untuk menciptakan cerita-cerita yang baru.

A ticket to Shitamachi (2)Kumpulan ilustrasi ini adalah kisah tentang kereta yang lain dari kisah lainnya, sebuah mikrokosmos yang elegan dan halus, gerbong dengan penuh kehidupan yang membuat kalian ingin tersesat dan pergi untuk menemukannya, di ujung tempat lain, di kehidupan lain. Berbagai ilustrasi yang tampaknya muncul dari waktu yang berbeda. Album ilustrasi ini menciptakan cerita baru setiap kali kita melihatnya. Kita akan dibuat kagum dengan imajinasi dari album berkualitas ini.

Kereta di Jepang, adalah jaringan di mana kereta-kereta yang berbeda melaju dengan sangat modern dan cepat. Tapi di Jepang, jika kereta tersebut membawa sejumlah besar penumpang, kereta itu melewati banyak stasiun yang tak terbayangkan di negara lain. Kota-kota itu adalah kota besar di mana toko-toko, restoran, tempat konser, dan hotel ditawarkan kepada para wisatawan.

Buku yang pertama dipublikasikan oleh Tadayoshi Kajino ini mengkhususkan diri pada gerbong kereta caboose (gerbong kereta dengan akomodasi untuk para kru kereta api, biasanya ada di ujung deretan kereta).

A ticket to Shitamachi (3)Saya menyukai gerbong kereta kecil ini ketika saya masih muda, karena ukurannya kecil dan tampak usang. Saya tidak bisa menjelaskannya, tapi karena saya masih kecil, saya tidak tahu mengapa saya suka gerbong dengan ruang terbatas yang kecil ini; selalu sulit untuk mengungkapkan perasaan ini kepada orang lain. Saya pikir cara terbaik untuk membuat sebuah buku bergambar itu adalah dengan mengingat semua emosi dan pengalaman masa kecil, untuk merefleksikannya,” ujar Kajino.

A ticket to Shitamachi (4) A ticket to Shitamachi (5) A ticket to Shitamachi (6)Dengan buku ini, Kajino pergi melewati kenangan masa kecilnya. “Saya pikir di Shitamachi (lingkungan miskin) di Tokyo pada saat itu masih belum ada supermarket atau pusat perbelanjaan. Setelah membuat buku ini, saya mengunjungi beberapa tempat di Jepang untuk melakukan penelitian, saya menemukan banyak tempat baru. Ada banyak gerbong. Di antara gerbong-gerbong yang tidak dipilih dalam buku ini, ada gerbong favorit saya. Ini dia!” lanjut Kajino sambil menunjukkan gambar di bawah ini.

A ticket to Shitamachi (1)Kajino melukiskannya dengan menggunakan “Illustrator” (nama aplikasi) dan baru-baru ini ia juga menggunakan “Photoshop“.

A ticket to Shitamachi (8)Saya telah mempertimbangkan dari awal. Saya juga berpikir tentang anak-anak yang tidak membaca. Tapi, karena saya juga tidak pernah ingat sejarah buku anak-anak yang saya baca ketika saya masih kecil, jadi saya ingin ilustrasi menjadi pusat dari buku saya. Saya membayangkan bahwa anak-anak yang membaca buku saya dengan diam-diam, dengan kue di tangannya sambil menunggu orang tua mereka, harus membacanya,” sambung Kajino.

Kajino sering mendapatkan komentar, baik dari orang Jepang maupun Amerika: “Ini adalah buku untuk orang dewasa, bukan? Anak-anak tidak bisa mengikuti buku ini dengan banyaknya informasi.” Tapi Kajino menjawab, “Saya berpikir bahwa seseorang harus percaya pada konsentrasi dari pikiran pada anak-anak.”

A ticket to Shitamachi (7) A ticket to Shitamachi (9)Kajino tidak memiliki pengetahuan teknis yang cukup tentang lokomotif dan tidak bisa menggambar rinciannya, sehingga ia pergi ke museum kereta di Omiya-shi Saitama-ken untuk mendokumentasikan dan menginspirasi dirinya. Ini bukan hal yang mudah karena ia tidak bisa menyalin dokumen-dokumennya jadi ia membuat sketsanya di tempat. Dan kemudian, selama perjalanan itu ia memotret berbagai gerbong kereta, seperti gerbong kereta khusus untuk bekerja, lokomotif, gerbong caboose dan ia menggunakannya sebagai referensi.

A TICKET FOR Shitamachi
Ilustrator: Kajino Tadayoshi
Pengarang: Kajino Tadayoshi
Tahun rilis: 2014

Sources :
COMMENT