SHARE THIS ARTICLE

Bayangkan Anda seorang pemuda di sebuah pesta para lajang di sebuah restoran megah di Tokyo, Jepang. Ketika Anda menghibur para wanita dengan cerita biasa tentang gulat dan balap motor, Anda tidak tahu apakah Anda akan pulang sendirian atau tidak. Kecuali, tentu saja, pria di sebelah Anda mulai berbicara tentang koleksi Blu-ray Sword Art Online-nya.

Kata otaku Jepang awalnya dimaksudkan tidak lebih dari sekedar “Anda.” Kata itu sedikit bernada plin-plan untuk itu, tapi untuk tahap awal eksistensinya kata itu tidak lebih dari kata ganti. Di suatu tempat di sepanjang kalimat itu adalah suatu cara untuk merujuk pada pria muda dengan minat yang kuat dalam animasi, komik, video game, atau bentuk lain dari teknologi atau hiburan pelarian.

women-otaku-ok-1

Dengan kata lain, otaku menjadi kata Jepang untuk “geek.”

women-otaku-ok-2

Tapi hampir setara seperti kata dalam bahasa Inggris-nya, kata otaku menjadi semacam sindiran terhadap kebanggaan dari orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka dengan kata itu, dan sekarang membawa tingkat tertentu pada para geek-chic.

women-otaku-ok-5

Sebagai bagian dari rangkaian survei yang berkelanjutan terhadap cinta dan hubungan, Sankei Living Newspaper telah menanyakan pada 94 wanita jika mereka bisa membawa diri untuk berada dalam hubungan dengan seorang pria yang merupakan seorang otaku. Sejumlah 77 persen mengatakan mereka tidak akan memiliki masalah melakukan hal itu.

Apakah Anda akan mengencani seorang otaku?
Merah: Ya
Biru: Tidak

otalove

Para peneliti mengkreditkan hal ini terhadap meningkatnya jumlah perempuan yang merupakan “otaku ringan.” Anime, video game, dan manga telah meresap begitu dalam ke dalam budaya pop Jepang, dengan para musisi papan atas menyanyikan berbagai lagu temanya, berbagai adaptasi drama TV-nya yang hit dan berbagai adaptasi film yang dibuat dari kisahnya, sehingga menjadi semakin sulit untuk menemukan seseorang di bawah usia 30 tahun yang sedikit berminat terhadapnya.

women-otaku-ok-3

Lebih mudah bagi suatu pasangan untuk saling memahami jika mereka berbagi hobi, dan menjadi berminat pada hal yang sama membuatnya lebih menyenangkan untuk mengalaminya bersama,” jelas seorang wanita yang mengatakan dia bisa melihat dirinya sendiri saat bersama dengan pacar yang merupakan penggemar sesuatu.

women-otaku-ok-4

Meski demikian ada satu awan kecil yang menutupi sinar harapan bagi para otaku kesepian ini. Sementara para wanita yang disurvei mengatakan mereka baik-baik saja dengan seorang pria yang mencintai manga dan komputer, beberapa dari mereka memberikan syarat dengan mengatakan bahwa jika pria tersebut terlihat atau berpakaian seperti otaku, lebih baik pria itu terbiasa menghabiskan malamnya dengan bantal anime. Jadi para laki-laki otaku, anggap saja Anda diperingatkan. Anda punya kesempatan dengan para gadis pada akhir pekan ini, asalkan Anda meninggalkan ikat kepala Naruto milik Anda di rumah.

(Source images: newschoolkaidan.com, img.gawkerassets.com, sphotos-b.xx.fbcdn.net, i2.cdn.turner.com, japanstyle.info)

Source : en.rocketnews24.com
COMMENT