SHARE THIS ARTICLE

Pernahkah Anda merasa penasaran pada boneka kucing emas yang tangannya mengayun atas bawah yang sering Anda temukan di restoran atau toko toko milik orang Asia? Berikut ini adalah berbagai cerita menarik di balik boneka tersebut.

1

Kalau kalian pernah mengunjungi restoran China atau Jepang, supermarket yang menjual produk Asia, atau toko-toko yang biasanya ada di Chinatown, mungkin kalian akan sering melihat boneka kucing kecil tergeletak di sebelah kasir.

Boneka kucing kecil ini di sebut sebagai kucing pembawa keburuntungan, dan konon katanya sangat terkenal di budaya Jepang dan China. Boneka ini dianggap sebagai suatu jimat yang dipercaya mampu menyerap rezeki dan keberuntungan untuk sang pemilik. Karena itulah boneka ini akan sering di temui di toko-toko, tempat makan, dan tempat bisnis lainnya.

Selain boneka kucing kecil ini sangat imut, masih jarang ada orang yang mengetahui arti sesungguhnya di balik “kucing keberuntungan” ini selain membawa keberuntungan. Berikut ini adalah 5 fakta menarik mengenai boneka kucing imut ini:

1. Nama Alias

Kucing keberuntungan ini di kenal sebagai Maneki Neko dalam bahasa Jepang, yang berarti “kucing pengundang”. Boneka kucing ini secara otomatis menggerakan cakarnya ke atas dan ke bawah, seolah mengundang keberuntungan untuk pemiliknya. Ada juga nama lain dari boneka ini seperti kucing rezeki, kucing uang, dan kucing penyambut.

2. Legenda Di Balik Maneki Neko

Tidak semua orang percaya bagaimana Maneki Neko ini pertama kali muncul. Namun, kebanyakan orang percaya bahwa boneka kucing keberuntungan ini pertama kali muncul saat zaman Edo di Jepang (Sekitar abad ke 17 sampai pertengahan abad 19)

Ada beberapa legenda populer mengenai asal muasal dari kucing keberuntungan ini. Yang pertama, ada seorang juragan kaya yang sedang berteduh dari hujan badai di bawah pohon sebelah kuil. Kemudian dia tersentak melihat seekor kucing di dalam kuil, seolah menyuruhnya untuk masuk ke dalam kuil, lalu dia masuk ke dalam kuil tersebut. Tak lama kemudian, petir datang menyambar pohon tempat dia berteduh. Karena kucing tersebut telah menyelamatkan nyawanya, juragan itu sangat bersyukur dan menyumbangkan kekayaannya untuk mendanai kuil tersebut hingga menjadi kuil yang mewah dan makmur. Saat juragan itu meninggal, sebuah patung kucing didirikan untuk memperingati kedermawaannya.

Satu legenda lagi mengenai kucing keberuntungan ini lumayan aneh. Suatu hari, seorang seniman wanita penghibur (Geisha) memelihara kucing yang sangat dia sayangi. Suatu kali, kucing tersebut menarik dan mencakar kimononya, dan pemilik rumah bordil tersebut menyangka bahwa kucing tersebut sedang kerasukan. Segera pemilik rumah bordil itu mencabut pedang miliknya dan memotong kepala kucing tersebut. (Waw, sadis!)

Kepala kucing yang dipenggal tersebut terpental dan mendarat di atas seekor ular yang bersiap menggigit seorang wanita, dan gigi dari kepala kucing tersebut menusuk kepala ular tersebut dari atas dan wanita itu terselamatkan. Geisha pemilik kucing tersebut sangat sedih akan kematian kucing peliharaannya hingga salah satu dari pelanggannya membuatkan patung kucing untuk menghiburnya.

2

3. Makna sesungguhnya dari cakar yang naik turun.

Kenyataannya, ada makna di balik cakar kucing yang naik turun tersebut. Saat cakar sebelah kiri diangkat, ini menandakan bahwa hal ini akan menarik pelanggan untuk datang. Bila yang kanan diangkat, ia akan mengundang rezeki dan uang. Apabila kedua cakarnya diangkat, ini berarti boneka kucing tersebut sedang meminta perlindungan.

3

4. Simbol dibalik warna

Biasanya kalian akan melihat Maneki Neko putih dengan titik titik jingga dan hitam. Namun, nyatanya ada beberapa variasi warna dan tiap warnanya memiliki arti istimewa tersendiri.

Calico (krem): kombinasi warna tradisional, dianggap paling membawa keberuntungan

Putih: kebahagiaan, kesucian, dan hal hal positif untuk datang

Emas: kekayaan dan kemakmuran

Hitam: menyangkal aura jahat

Merah: berhasil di hubungan antara teman dan cinta

Hijau: kesehatan yang gemilang

5. Arti dari aksesoris yang dikenakan oleh Maneki Neko

 Seperti yang kita lihat, Maneki Neko kebanyakan mengenakan kain alas dada, kalung leher, dan lonceng. Di zaman Edo, sangatlah wajar untuk para juragan kaya untuk mendandani kucing peliharaannya begitu; Sebuah lonceng diikatkan di kalung lehernya supaya pemiliknya tahu keberadaan kucingnya bilang hilang. Maneki Neko juga mengenakan aksesoris lain di cakarnya, termasuk:

1. Logam oval emas seharga 1 Ryo: Dulu saat jaman Edo, satu Ryo mempunyai nilai nominal yang sangat besar.

2. Martil uang magis: Jika Anda melihat satu martil/palu kecil, ini menandakan kekayaan. Saat dikocok, martil ini biasanya mengundang rezeki.

3. Ikan, biasanya ikan carper: Ikan ini simbol dari kelimpahan dan rezeki baik.

4. Kelereng atau batu permata: Benda ini juga berfungsi sebagai penarik uang. Banyak orang percaya kalau bola kristal menandakan kebijaksanaan.

“Kucing keberuntungan” ini juga kadang memegang labu manis, kertas doa, lobak, dan batang logam. Barang-barang ini dipercaya menandakan kekayaan dan nasib baik.

4

Begitulah cerita dibalik Maneki Neko ini! Berminatkah Anda untuk membeli satu atau dua untuk ditaruh di toko atau kantor Anda? 😀

Source : Catster
COMMENT