SHARE THIS ARTICLE
3 Keluhan Umum Para Orang Asing atas Perayaan Natal di Jepang & Bagaimana Cara Menerimanya - laureltielis.com
Image Source: laureltielis.com

Perbedaan budaya memang kerap membuat orang-orang pemilik budaya berbeda sulit untuk menerimanya, termasuk dalam tradisi perayaan Natal berbagai negara. Dalam kasus ini, adalah perayaan Natal di Jepang yang cukup berbeda drastis dengan negara-negara lain, contohnya Amerika, hingga orang-orang asing yang tinggal di Jepang seringkali tidak habis pikir dengan bagaimana para orang Jepang merayakan hari besar yang ‘diimpor’ ke negara mereka ini.

1. Natal di Jepang adalah sebuah bentuk Westernisasi

3 Keluhan Umum Para Orang Asing atas Perayaan Natal di Jepang & Bagaimana Cara Menerimanya - tokyodisneyresort.jp
Image Source: tokyodisneyresort.jp

Banyak orang asing yang pindah atau berwisata ke Jepang karena ingin menikmati tradisi dan budaya tradisionalnya yang kental, hingga banyak dari mereka merasa tidak senang melihat berbagai ornamen dan suasana Natal yang kental dengan budaya Barat menghiasi setiap sudut kota di musim dingin. Orang-orang Amerika, khususnya, masih menganggap bahwa ini adalah bentuk westernisasi yang membuat orang-orang Jepang tampak kurang menghormati budaya mereka sendiri.

Tapi…

Kurang tepat kalau menganggap perayaan Natal di Jepang memberi kesempatan bangsa barat menginvasi dan menggerus kebudayaan mereka, karena event-event Natal besar di Jepang tidak ada yang diselenggarakan oleh perusahaan asing, melainkan dibuat oleh dan untuk warga Jepang sendiri. Bahkan, Tokyo Disneyland pun dimiliki oleh perusahaan Jepang, Oriental Land. Dan, Jepang juga membuat liburan ini menjadi ‘milik’ mereka sendiri dengan membuat Malam Natal tanggal 24 Desember menjadi fokus, misalnya, dengan menjadikannya sebagai malam paling romantis sepanjang tahun, merayakan dengan makan shortcake stroberi dan ayam goreng, serta berbagai tradisi ‘kreasi’ mereka sendiri.

2. Natal dikomersialisasikan

3 Keluhan Umum Para Orang Asing atas Perayaan Natal di Jepang & Bagaimana Cara Menerimanya - tokyobling.wordpress
Image Source: tokyobling.wordpress

Sudah dengar berita tentang pria-pria jomblo Jepang yang demo menentang komersialisasi Natal? Orang-orang asing pun banyak menganggap bahwa Natal dijadikan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan untuk mendorong orang-orang menghabiskan uang mereka melalui dorongan dari suasana Natal yang mereka sajikan.

Tapi…

Di negara-negara Barat pun, sebenarnya perayaan di mana bertukar kado menjadi bagian dari tradisi ini sulit dipisahkan dengan bisnis dan komersialisasi. Malahan, orang-orang di Jepang sebenarnya membeli jauh lebih sedikit kado dibandingkan mereka yang merayakan Natal menurut budaya Barat, dengan orang-orang dewasa hanya memberikan hadiah pada pasangan mereka atau mungkin beberapa teman dekat saja. Anak-anak juga biasanya hanya mendapatkan satu hadiah dari Santa. Kalau membandingkan soal konsumerisme, mungkin orang-orang Jepang malah lebih boros saat mengikuti tradisi memberi omiyage (oleh-oleh), atau saat Valentine dan White Day, di mana nyaris semua orang di sekolah atau tempat kerja wajib hukumnya diberi coklat.

3. Tak ada yang cukup peduli dengan arti Natal yang sebenarnya

A couple snaps a souvenir shots in front of the illumination ahead of the Christmas at Tokyo, Japan, Friday, Nov. 20, 2009. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)
Image Source: newsonjapan.com

Orang-orang asing menganggap Natal bagi orang Jepang hanyalah saatnya bermesra-mesraan dan berpesta pora. Mereka sibuk memikirkan baju apa yang akan dikenakan, apa yang akan dimakan, daripada merenungkan soal kedamaian, kasih sayang, keluarga, dan berbagai aspek lain dari hari raya religius ini.

Tapi…

Memaknai kelahiran Tuhan Yesus dengan berbagi kasih sayang dan kebaikan, serta berkumpul dengan keluarga tercinta mungkin merupakan praktik yang banyak berlaku di barat maupun di tanah air (layaknya waktu silaturahmi dan saling memaafkan saat Idul Fitri), tapi orang Jepang punya waktu tersendiri untuk berkumpul dengan keluarga, yaitu saat tahun baru. Mereka akan mengunjungi kuil untuk merefleksikan kebaikan apa saja yang telah mereka terima selama setahun, serta mendoakan kesehatan dan kebahagiaan diri sendiri dan orang lain.

Jepang yang unik memang memiliki budaya dan tradisinya sendiri, tapi alangkah baiknya jika kita bisa saling menghormati perbedaan-perbedaan yang ada di manapun kita berada, ya…

Source : en.rocketnews24.com
COMMENT