SHARE THIS ARTICLE

Para Salary Man di Jepang hidup dengan motto: bekerja keras, bermain keras. Akibatnya mereka hidup tidak cukup lama.

salary-man-dance-766Para wanita di Jepang memiliki harapan hidup tertinggi di dunia (85,72 tahun). Kehidupan pria Jepang jauh lebih pendek (78.96). Banyak negara memiliki harapan hidup pria yang lebih panjang termasuk Hong Kong, Swiss, Israel dan Islandia.

Sebagian besar pengamat mengambil pandangan negatif terhadap gaya hidup Salary Man. Mereka digambarkan sebagai karakter menyedihkan dalam budaya pop, sastra dan film. Mereka entah bagaimana tampak gelap dan tragis. Kenyataannya adalah para Salary Man hidup dalam impian-impian mereka – yang didorong oleh semangat Salary Man.

1. Bekerja
Kebanyakan Salary Man (sebutan dari negara-negara Barat) adalah penggila kerja. Sudah umum bagi Salary Man untuk mengidentifikasi dirinya dengan karirnya. Para Salary Man Jepang merupakan kekuatan ekonomi yang tak terbantahkan (misalnya mereka telah membangun banyak perusahaan terbesar di dunia).

economic-force-7662. Hostess
Distrik hiburan yang terdapat di mana-mana di Jepang yang didirikan untuk mendukung krisis paruh baya yang mahal. Ini adalah industri multi-triliun Yen.

saporro-susukino-hostess-5393. Izakaya (Pub Jepang)
Sudah menjadi hal yang umum bagi para Salary Man untuk mengunjungi izakaya 2 sampai 3 kali seminggu. Ini dianggap sebuah bisnis, rekreasi dan kegiatan penting untuk menghilangkan stres.

Para Salary Man memiliki jaringan besar teman-teman baik yang telah mereka dirikan selama bertahun-tahun melalui pesta setelah kerja. Persahabatan ini menjadi bagian integral dari kesuksesan bisnis seorang Salary Man.

izakaya-7664. Keluarga
Salary Man biasanya menikah dan memiliki anak-anak. Sudah menjadi hal yang relatif umum di Jepang bagi para wanita untuk menjadi ibu rumah tangga atau memiliki pekerjaan paruh waktu. Para Salary Man memandang tanggung jawab mereka kepada keluarga sebagai sumber utama keuangan. Mereka jarang di rumah dan memiliki sedikit tanggung jawab terhadap urusan rumah tangga.

Para Salary Man biasanya adalah ayah yang baik yang memenuhi tanggung jawabnya sebagai orang tua (seperti yang didefinisikan oleh budaya Jepang). Mereka hadir pada berbagai upacara penting dan hari libur. Mereka mengajak keluarga untuk liburan. Para Salary Man memiliki kasih sayang yang mendalam bagi keluarga mereka (yang mereka tidak pernah tunjukkan).

family-japan-7665. Tidur
Dengan semua pekerjaan itu, clubbing bersama hostess, minum-minum dan berbagai tanggung jawab keluarga – para Salary Man sering mengalami kekurangan waktu tidur. Mereka mengambil setiap kesempatan untuk tidur siang.

salary-man-power-nap-7666. Makanan
Ada ratusan jenis makanan Jepang. Para Salary Man memiliki kehidupan kuliner yang aktif dalam arti bahwa mereka selalu makan di luar. Mereka bersemangat tentang makanan Jepang.

salary-man-lunch-7667. Manga
Para Salary Man tertarik untuk membaca manga. Ada berbagai macam manga yang menargetkan demografi Salary Man dengan cerita-cerita mulai dari drama sejarah hingga golf.

manga-train-7668. Mobil
Sebagian besar Salary Man pergi bekerja dengan kereta api. Mereka jarang mendapatkan kesempatan untuk mengemudi. Salary Man rata-rata hanya mengemudi beberapa kali dalam sebulan. Namun demikian, banyak Salary Man berinvestasi untuk mobil yang bagus. Sudah umum bagi Salary Man untuk memiliki mobil mewah buatan Eropa.

Para Salary Man sangat apatis tentang belanja. Belanja mobil adalah salah satu pengecualian.

bmw-showroom-japan-7669. Onsen
Para Salary Man tidak bermimpi liburan pantai yang cukup eksotik. Mereka bermimpi onsen di Jepang.

rotenburo-76610. Budaya
Para Salary Man adalah orang Jepang hingga ke intinya. Mereka mencintai Jepang. Mereka sering ditemukan di bawah pohon sakura di musim semi.

nihon-bunka-766

Source : japan-talk.com
COMMENT