SHARE THIS ARTICLE

Berkunjung ke Jepang tentunya belum lengkap jika tidak mencoba berbagai hidangan khas Jepang, terlebih lagi, bagi mereka yang berminat pada Jepang zaman dahulu, restoran-restoran kuno yang telah berdiri lebih dari 100 tahun tentunya memiliki pesona tersendiri. Tidak perlu khawatir jika kalian hanya mengunjungi ibukota Jepang, Tokyo, selama kunjungan kalian ke Jepang, karena walaupun kota ini adalah kota yang mungkin memiliki imej modern, ternyata masih banyak restoran kuno di Tokyo, yang berusia lebih dari 100 tahun! Silakan simak di bawah ini, 10 restoran kuno di Tokyo yang berusia lebih dari 100 tahun, yang menyajikan makanan khas Jepang seperti soba, sushi, dan unagi!

Kandayabu Soba – Sejak 1880

 

Meskipun pada tahun 2013 sempat musnah dilalap kebakaran, pada tahun 2014, restoran ini berhasil bangkit kembali, dan penampilan kunonya masih terjaga sampai sekarang. Seperti tercermin pada namanya, restoran ini menghidangkan soba sebagai menu utamanya. Ciri khas restoran ini yang tidak dapat ditemukan pada restoran lain adalah adanya Okami no Kojo, yaitu cara khusus karyawan restoran ini menyebut ulang pesanan para tamunya, yang pastinya, akan menjadi pengalaman makan yang berbeda.

2-10 Kanda Awaji-cho, Chiyoda-ku, Tokyo

Sasanoyuki – Sejak 1691

Sasanoyuki adalah salah satu restoran tua yang terkemuka di Tokyo. Restoran terkenal ini telah menyajikan masakan tahu sejak tahun 1691. Pada tiap masakan tahu yang menjadi kekhususan restoran ini, tertanam kelezatan yang hanya dapat ditemukan di dalam buatan para perajin Jepang. Penampilan dan rasa  masakan-masakan yang disajikan di restoran ini akan mencerminkan “dunia Jepang,” dan pastinya akan sangat menarik bagi para wisatawan mancanegara.

2-15-10 Negishi, Taito-ku, Tokyo

Ooedo – Sejak 1800

Restoran kuno terkenal yang menyajikan menu unagi (belut) ini menarik bagi wisatawan mancanegara, selain karena penampilan luarnya, juga karena tsukubai (tempat cuci tangan khas Jepang kuno) yang ada di dalam restoran ini. Bagian dalam restoran ini sendiri disekat menjadi ruangan-ruangan kecil yang masing-masing menjadi ruangan hiburan tersendiri. Selain makanannya, di restoran ini banyak sekali titik yang akan menarik diri untuk dipotret.

4-7-10 Nihonbashihon-cho, Chuo-ku, Tokyo.

Muromachi Sunaba – Sejak 1869

Selain penampilannya yang sangat mencerminkan keberadaannya sebagai restoran soba yang sudah berdiri sejak lama, penerangan bagian dalam toko yang dibuat remang-remang pun mencerminkan suasana tenang yang khas Jepang. Bagi para wisatawan mancanegara yang mengunjungi restoran ini, disarankan untuk mengambil tempat duduk di undakan kecil tempat pengunjung dapat melepaskan sepatu dan bersantai, atau tempat duduk di jendela yang menghadap langsung ke taman kecil yang terawat dengan baik dalam restoran ini.

4-1-13 Nihonbashi Muromachi, Chuo-ku, Tokyo

Minoya ― Sejak 1897

Minoya adalah restoran yang khusus menyajikan masakan dengan bahan daging kuda. Pertama-tama, penampilan luar restoran ini yang sangat khas pasti akan dapat mengejutkan para wisatawan mancanegara. Tidak hanya itu, begitu membuka pintu restoran ini, pengunjung akan mendapati adanya seorang Gesokuban, penjaga pintu yang bertugas mengurus alas kaki para pengunjung, kemudian dilanjutkan dengan ruang makan ber-tatami, benar-benar membuat restoran ini sebuah tempat yang menghibur dengan suasana dan masakannya yang sangat khas Jepang.

2-19-9 Morishita, Koto-ku, Tokyo

Owariya – Sejak 1870

Restoran soba yang terletak di dekat obyek wisata terkenal, Kaminarimon di Asakusa ini juga adalah salah satu tempat di mana kita bisa merasakan rasa tradisional Jepang. Restoran ini sering sekali dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, dan ukuran tempura udang di restoran ini, pastinya akan menjadi kejutan yang menyenangkan bagi para wisatawan yang bersantap di restoran ini.

1-7-1 Asakusa, Daito-ku, Tokyo

Yoshino Sushi Honten – Sejak 1879

Restoran sushi yang sudah cukup berusia ini terletak dekat dengan Takashimaya, dan tidak jauh dari Stasiun Tokyo. Salah satu keunikan restoran ini adalah pintu masuknya yang berupa 4 lembar pintu geser. Dengan sushi-nya yang lezat dan memiliki keindahan khas masa sebelum zaman Edo, ditambah dengan harganya yang wajar membuat restoran sushi ini cocok dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.

3-8-11 Nihonbashi, Chuo-ku, Tokyo

Chokuyotei Ginza-ten – Sejak 1866

Tempat yang direkomendasikan pada restoran unagi tua ini adalah kursi menghadap jendela yang ada di lantai 2 restoran ini, di mana pengunjung bisa makan sambil melihat pemandangan perempatan jalan Ginza 4-chome. Selain unagi, masakan Chazuke yang menggunakan ikan kakap merah dan tuna yang disediakan di restoran ini pun cukup terkenal, dan pasti akan menjadi pilihan santapan yang menyenangkan bagi para wisatawan mancanegara.

5-8-3 Ginza, Chuo-ku, Tokyo

Tora-no-mon Osaka Sunaba – Sejak 1872

Berada di antara deretan gedung perkantoran membuat restoran soba kuno yang satu ini tampak mencolok. Selain penampilannya yang dapat menimbulkan decak kagum wisatawan mancanegara, suasana dalam restoran ini yang Jepang sekali pun akan membuat soba dan tempura yang disajikan di restoran ini makin terasa nikmatnya.

 1-10-6 Tora-no-mon, Minato-ku, Tokyo

Sushimasa – Sejak 1861

Restoran sushi ini terletak dekat Kudanshita dan Yasukuni Jinja. Di restoran ini, para pengunjung dapat merasakan sushi khas masa sebelum zaman Edo yang dibuat dengan cuka merah. Para wisatawan mancanegara yang mengunjungi restoran ini pasti akan puas dengan rasa sushi hasil karya perajin di restoran ini.

1-4-4 Kudanminami, Chiyoda-ku, Tokyo

(All images: allabout.jp)

Source : allabout.co.jp
COMMENT